Blogger Jateng

Raden Prabakusuma (Bismawicara)

Raden Prabakusuma


Tokoh Pewayangan: Raden Prabakusuma / Bismawicara

Raden Prabakusuma adalah ksatria gagah berwibawa yang lahir saat ayahnya, Raden Arjuna, bertahta di Kahyangan Kaendran dengan gelar Prabu Karitin. Sebagai putra dari bidadari Dewi Supraba, ia mewarisi ketampanan sekaligus kebijaksanaan kedewaan. Di kalangan penggemar wayang, ia juga dikenal dengan nama Bismawicara, sosok yang memegang peran vital dalam menjaga harmoni antara langit dan bumi.

Kemunculan

Prabakusuma muncul dalam lakon Sri Mulih (Kembalinya Dewi Sri), sebuah kisah simbolis tentang kemakmuran pangan. Cerita diawali dengan suasana Kerajaan Amarta yang sedang berduka karena hilangnya Dewi Sri (Dewi Padi) dan Batara Sadana dari lumbung-lumbung rakyat. Kepergian mereka menyebabkan bencana kelaparan, kemiskinan, hingga pagebluk yang meresahkan para Pandawa.

Dalam situasi kritis tersebut, muncullah Bambang Prabakusuma atau Bismawicara yang turun dari Kahyangan. Melalui serangkaian perjuangan, ia harus menghadapi gangguan dari para raksasa dan siluman yang berusaha menghalangi kembalinya sang dewi. Dengan ketajaman tutur katanya (sesuai namanya, Bismawicara), ia berhasil meyakinkan Dewi Sri untuk kembali ke dunia manusia. Kehadiran Prabakusuma menjadi jembatan agar manusia kembali menghargai alam dan pertanian. Lakon ini diakhiri dengan kembalinya Dewi Sri ke lumbung Amarta, yang ditandai dengan pulihnya kesuburan tanah dan kesejahteraan rakyat agraris.

Identitas Tokoh:

  • Nama Utama: Raden Prabakusuma / Bambang Prabakusuma.
  • Nama Lain: Bismawicara.
  • Orang Tua: Arjuna (Prabu Karitin) & Dewi Supraba.
  • Lakon Utama: Sri Mulih.

Bentuk Wayang

Raden Prabakusuma jika mengacu pada wayang koleksi Keraton Surakarta, memiliki bentuk mirip dengan wayang Pandu muda, yaitu wayang bokongan polos dan berkalung ulur, yang membedakan adalah Prabakusuma memakai sepatu, sebagai salah satu ciri khas dia adalah masuk golongan kayangan. Dalam Pementasan wayang, wayang seperti ini bisa jadi tidak ada di kotak wayang, biasanya menggunakan wayang lain yang karakternya sesuai.

Bagikan post ini lewat :

Dikutip dari berbagai sumber pustaka pewayangan - Kluban.net